Aroma

Rindu yang kurasakan kali ini benar-benar mencekam. Dia berhasil merampok semuanya. Semuanya. Luka-luka masa lalu. Kemurungan yang tersimpan bertahun-tahun. Kesalahan yang tak termaafkan. Aib yang memalukan. Caci maki yang sebelumnya hanya terekam dan sembunyi di tembok kamar. Keterasingan yang sudah menjadi keseharian. Semuanya raib tak bersisa.
Aku mengatakannya dengan ringan seolah semua orang di dunia mengalami pengalaman serupa. Entah setan dari kuburan mana yang mendorong lidah ku berceloteh tak henti bagai burung beo. Sementara dia, hanya mengangguk ringan. Berupaya tertarik dengan ceritaku sambil sesekali menyecap segelas cokelat hangat.
Sejak saat itu, setelah percakapan yang memakan waktu lima jam lebih, aku hanya membawa pulang aroma tubuhnya. Setiap kali ada kesempatan bertemu lagi, aroma itulah yang pertama kali menyapa. Benar-benar transaksi yang tidak adil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s