Review the Big Short: Runtuhnya Pasar Amerika

Truth is like poetry. And most people fucking hate poetry, a maxim overheard at a Washington, D.C., bar.

Dari ruang basement suara drum menghentak-hentak. Dengan raut wajah yang tegang, Michael Burry seolah ingin melepas semua beban pekerjaannya dengan cara memukul-mukul drum. Permainannya terhenti seketika oleh suara teriakan sang istri. Mendengarkan lagu band cadas Pantera sambil memukul drum rupanya tidak cukup sukses meredam kecemasan Burry yang reputasinya sebagai fund manager sedang dipertaruhkan.

Itulah sepenggal scene dari film the Big Short. Film yang disutradarai Adam McKay ini berkisah tentang runtuhnya ekonomi Amerika Serikat pada 2008. Michael Burry merupakan satu-satunya fund manajer yang menyadari kalau industri properti Amerika sedang mengalami bubble dan diprediksi bakal runtuh tidak lama lagi. Hanya dengan menganalisis data, sambil mendengarkan musik rock, ia membaca arah pergerakan pasar. Simpulannya, ekonomi Amerika sedang menuju jurang neraka.

Dengan sederet aktor keren macam Christian Bale (perankan Michael Burry), Ryan Gosling (Jared Vennett), Brad Pitt (Ben Rickert), dan Steve Carell (Mark Baum) punya modal besar untuk menarik penonton datang ke bioskop. Tapi saya ragu penonton bakal paham alur ceritanya. The Big Short sedikit mirip dengan the Wolf of Wall Street yang dimainkan Leonardo DiCaprio. Namun dari cerita Big Short punya materi yang lumayan berat untuk dicerna.

TheBigShort coomingsoon net

The Big Short (sumber coming soon.net)

Kisah berawal ketika Burry memprediksi industri properti Amerika bakal mengalami bubble (gelembung) dalam waktu dekat. Prediksi Burry sulit diterima oleh banyak kalangan. Namun ia bergeming. Sebagai seorang fund manager ia malah menaruh dana investasi para investor ke dalam instrumen Credit Default Swap (CDS) untuk melawan sektor perumahaan yang saat itu sedang digdaya dan mustahil mengalami keruntuhan.

Langkah Burry rupanya diketahui oleh Jared Vennet seorang bankir. Sudah sejak lama Jared mencium gelagat kecurangan orang-orang bank dalam menjual obligasi di sektor perumahaan. Enggan berjalan sendirian ia mengajak Mark Baum yang begitu benci dan muak dengan cara kerja sistem keuangan di Amerika. Berbeda dengan Burry, Mark mencari tahu dengan cara mendatangi satu persatu nasabah yang seret membayar kredit rumah (Subprime Mortgage).

Adam McKay cukup bijak dengan menampilkan sosok bintang tamu dalam filmnya. Perannya sederhana saja. Mereka menjelaskan istilah dan persoalan yang sedang terjadi di pasar keuangan Amerika dengan sebuah analogi sederhana. Lumayan menambah pengetahuan dan membantu menahan penonton agar tidak keluar dari studio. Di atas permukaan sebenarnya tidak ada yang baru dari film ini lantaran berangkat dari kisah nyata. Bagaimana proses ambruknya ekonomi Amerika pada 2008 diceritakan dengan lugas dan gaya yang unik dari masing-masing aktor.

Akibatnya, tidak ada aktor yang mendominasi dalam film ini. Semua pemain seperti pemain utama. Dibanding Christian Bale, yang masuk menjadi nomine aktor utama pria di ajang Oscar, peran Steve Carell malah tampak lebih dominan dan cukup menguras emosi.

Lupakan aktor yang bermain. Bagi Anda yang ingin tahu apa yang terjadi pada ekonomi Amerika pada 2008, the Big Short layak dijadikan referensi dan pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s