Kembali ke Mantan?

DI TENGAH hiruk pikuk pemilihan pimpinan KPK dan sidang MKD, bagi saya tidak ada berita paling penting dan punya nilai terdahsyat selain kabar pemecatan manajer Chelsea, Jose Mourinho. Meski tidak ada sangkut pautnya dengan masa depan saya dan kejadiannya nun jauh di Eropa, namun berita sepakbola amat penting bagi seorang jomblo seperti saya yang kerap menghabiskan sabtu malam di depan layar televisi.

Berita apapun yang menyangkut Liga Inggris penting diikuti. Apalagi beberapa waktu lalu, saya dan rekan satu kosan, Asep, sempat berdiskusi hangat tentang masa depan Chelsea. Kami memprediksi sebelum Natal tiba bakal ada yang menjadi tumbal usai Chelsea dihajar oleh AFC Bournemouth. Klub promosi yang jika gaji semua pemainnya dikumpulkan masih kalah dengan pembelian seorang Diego Costa.

Di mata sebagian besar penggemar bal-balan, sosok manajer atau pelatih akan menjadi figur pertama yang patut disalahkan jika klub menelan kekalahan. Jarang sekali seorang pemain disalahkan atas keterpurukan tim. Kecuali satu kasus, yaitu ketika Mario Balotelli masih membela Liverpool. Atas dasar itulah intuisi saya mengatakan kalau umur Mourinho di Chelsea tidak bakal lama.

Analis Asep lebih elit. Ia menuturkan kalau beberapa pemain bakal dibuang Mourinho di tengah musim nanti. Alasannya, mereka tidak bermain sesuai harapan manajer. Penampilan mereka ogah-ogahan dan tidak sesuai dengan besarnya gaji yang dinikmati. Magabut alias makan gaji buta. Jadi daripada memecat manajer dengan konsekuensi mesti membayar pesangon, mending menambah kas klub dengan cara menjual beberapa pemain yang malas. Namun setelah menunggu beberapa pekan, ternyata prediksi saya yang tepat.

Tapi analisis Asep tidak meleset juga. Usai Chelsea kalah dari Leicester City, kekalahan ke-9 the Blues dari 16 laga musim ini, Mou berucap kalau impiannya berada di empat besar klasemen pada akhir musim ini buyar. Dia juga menambahkan,” I feel like my work was betrayed.”

Duh, ibarat kekasih yang diselingkuhi pasangannya. Melihat kenyataan itu, sepertinya Roman Abramovich makin gerah. Dengan segala kekayaan yang dimilikinya, AbramoRich rupanya lebih suka membayar sisa kontrak Mourinho. Namun saya sangsi.

Jika saya memakai perspektif seorang jomblo, ya lebih baik putusin hubungan daripada pertahanin pasangan yang udah jelas berkhianat di depan mata. Dalam situasi seperti itu, putus hubungan di tengah jalan, pilihan untuk balik ke mantan rasanya cukup rasional untuk dijalani. Lantas siapakah mantan yang layak menggantikan Mou?

Ancelotti_Mourinho dailypost com

Manajer yang tertukar. Keduanya punya reputasi ciamik kala melatih Real Madrid (Foto, dailypost.com)

Dari gosip yang beredar, nama Carlo Ancelotti dan Gus Hiddink paling santer terdengar. Dalam pemberitaan sehari terakhir ini arah angin nampaknya sedang berhembus ke sosok Hiddink. Dibanding prestasi Ancelotti, pencapaian Hiddink di Chelsea tak terlalu buruk amat. Gelar Piala FA pada 2009 berhasil dia persembahkan. Bila pilihan jatuh ke dia, kita bisa menilai kalau Abramovich mencoba menutup mata atas kegagalan Hiddink membawa Timnas Belanda mentas di Piala Eropa 2016.

Saya sendiri lebih tertarik dengan Don Carlo. Alasannya dua. Pertama, pada putaran 16 besar Liga Champions nanti Chelsea bakal bentrok dengan Paris Saint Germain, klub yang pernah disinggahi oleh Ancelotti selama dua musim. Di atas kertas, pelatih Italia itu tentu mengenal betul karakter PSG. Apalagi tidak banyak materi pemain yang berubah di PSG sejak ditinggalkan Ancelotti. Kehadiran dia akan menjadi sweet disposition bagi Chelsea jika ingin bertahan lebih lama di Champions League.

Kedua, bagi saya Ancelotti adalah mantan terindah kendati dia belum sukses mempersembahkan tropi Liga Champions buat Chelsea. Dua gelar, yaitu Liga Premier Inggris dan Piala FA yang dipersembahkan Don Carlo di awal kedatangannya merupakan garansi kuat bagi klub asal London itu. Memang ya yang namanya mantan itu susah dilupakan, apalagi yang ngasih kenangan terindah. Uhuk….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s