Antara Jakarta dan Florida

BANJIR lagi-lagi menghantam Jakarta. Bukan hal aneh sebenarnya. Tapi sejak era reformasi baru dalam dua tahun belakangan ini air dengan leluasa menerabas masuk ke Istana Negara. Baru kali ini juga Paspampres seolah tak kuasa mencegah tamu yang tak diundang. Namun dibalik banjir, hal yang menurut saya paling menarik dilihat adalah respon dari Gubernur Jakarta di satu sisi. Di sisi lainnya adalah tingkah polah para warga yang meramaikan dunia maya dengan hujatan dan saling sindir tapi tanpa lupa menaburkan rasa humor di dalamnya.

Gubernur belum lama ini berargumen kalau banjir di Istana, ia hanya fokus ke Istana dan wilayah utara Jakarta, disebabkan oleh Perusahaan Listrik Negara. Padamnya aliran listrik menjadi penyebab tidak bekerjanya pompa air yang mestinya menyedot air. Tak berhenti sampai disitu, dalam sebuah media online sang Gubernur menantang orang yang sanggup menyelesaikan masalah banjir untuk jadi gubernur atau adu program di Pilkada berikutnya. Lucu.

Lupakan sajalah Gubernur yang hanya jago menantang dan ngatur keuangan pemerintah daerah. Saya malah tertarik dengan sindiran dari sejumlah meme yang mengajak warga Jakarta segera beringsut menuju Bekasi. Karena konon katanya Bekasi bebas banjir. Wajar, toh mereka memang tinggal di planet yang berbeda. Tapi sudahlah, itu sekedar candaan semata.

Tapi mungkin bagi Anda yang punya misi jauh ke depan, seperti misalnya ingin tetap tinggal di Jakarta hingga tahun 2060 atau 2100, mungkin sudah selayaknya mempertimbangkan meme dari warga Bekasi. Bulan ini National Geographic mengangkat tema yang amat menarik dan berkaitan dengan Jakarta selaku kota yang dekat dengan garis pantai. Dari puluhan kota besar di dunia NG mengangkat kota Florida di Amerika Serikat sebagai contoh betapa rentannya wilayah pesisir oleh cuaca ekstrem, seperti banjir, badai, atau abrasi air laut akibat perubahan iklim.

Secara umum karakteristik Florida tidak berbeda dengan Jakarta. Bahkan jika diperhatikan, gelagat pembangunan di wilayah utara Jakarta khususnya, sedang mengikuti apa yang terjadi di Florida dan Miami saat ini. Bisnis terus properti menggeliat sambil diiringi oleh upaya mencegah banjir dengan membangun pompa-pompa air. Laura Parker sang penulis melaporkan kalau pada 2060 permukaan air laut di wilayah pesisir Florida bakal naik setinggi 60 cm. Sebelum 2100, ketinggian air sudah bertambah menjadi 2 meter.

Semua orang rasanya sudah tahu dampak jika permukaan air bertambah. Namun lewat prediksi dan hitung-hitungan di atas kertas, NG memberi simbol lewat lingkaran merah sebesar diameter pensil kalau Miami akan mengalami kerugian senilai Rp1,7 kuadriliun per tahun pada 2050 jika ada cuaca ekstrem yang mengalahkan pertahanan kenaikan air laut. Saya baru mendengar kuadriliun, entah ada berapa angka nol yang berderet.

Melihat laporan NG, pandangan saya langsung tertuju ke area Jakarta. Ternyata Jakarta dan sebagian besar Jawa Barat mendapatkan lingkaran merah yang lebih kecil. Setelah saya cocokkan dengan keterangan gambar terlihat angka sebesar Rp217-Rp435 triliun. Itulah besarnya kerugian yang diprediksi akan dialami oleh Jakarta dan Jawa Barat jika terjadi cuaca ekstrem pada 2050. Itu dengan asumsi kota telah mempunyai pertahanan untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Dari laporan media, kabarnya dari banjir 9 Februari lalu para pengusaha di Jakarta mengalami kerugian sekitar Rp1 triliun perhari. Angka itu baru datang dari Kadin Jakarta yang memang sudah bawaannya menghitung untung-rugi. Jadi silahkan saja melakukan hitung-hitungan kasar apakah kerugian akan bertambah di tahun berikutnya jika keadaan tidak berubah sama sekali.

Lantas apa yang mesti dilakukan, terutama bagi Jakarta? Solusi sudah tersedia. Perilaku warga kota dan sikap pemimpinnya akan menjadi penentu. Kalau setiap kali banjir baru bisa menunjuk hidung orang lain, mungkin Jakarta akan makin tertinggal dari kota-kota lainnya yang saat ini terus berbenah.

Palmerah, Jakarta, 18 Februari 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s