Ketika Tidak Enak Dibaca dan Tidak Perlu

Anggaran Terbatas, Suplemen Angkat Besi Dihentikan

Jakarta–Terbatasnya anggaran bagi atlet penghuni pemusatan latihan nasional berimbas kepada kebutuhan asupan suplemen atlet. Salah satu yang terkena dampaknya adalah cabang olahraga angkat besi. Pelatih angkat besi Supeni mengatakan sudah tidak mendapat jatah asupan suplemen bagi anak asuhnya terhitung Oktober ini.

“Sejak September kemarin sudah tersendat,” kata Supeni usai menerima dana prestasi dari PT KAI di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2013. Ia mengatakan rata-rata kebutuhan seorang atlet akan suplemen sebesar Rp5 juta per bulan.

Menurut dia, setiap lifter membutuhkan setidaknya lima sampai tujuh suplemen. “Akhirnya kalau kekurangan saya yang menutupi,” ucap Supeni.

Lebih lanjut, Supeni yang melatih lifter Sri Wahyuni (48 Kg), Siti Sarah (69), dan Deni (69 kg) ini menjelaskan kebutuhan suplemen dan vitaman bagi atlet wajib dipenuhi. Pasalnya itu bermanfaat untuk menjaga stamina dan memperbaiki kondisi atlet pasca latihan atau bertanding.

Ia mencontohkan, lifter Deni yang pada saat kejuaraan nasional kemarin berbobot tubuh 66 Kg ketika diberikan protein berat badannya naik ke posisi ideal, yaitu 68 kg menjelang Islamic Solidarity Games. “Power-nya jadi bertambah,” ucapnya. Deni pun berhasil menyumbangkan emas di ISG untuk nomor 69 kg.

Kendati pasokan suplemen terhenti, Supeni tidak mengubah porsi latihan anak asuhnya. Ia juga tidak akan mengurangi target medali di SEA Games nanti. “Saya tetap berharap kebutuhan suplemen tetap dipenuhi oleh pemerintah,” ujar Supeni.

Hal senada dilontarkan oleh manajer Pelatnas angkat besi Dirja Wihardja. Ia mengungkapkan dari tujuh suplemen yang diminta, pemerintah dalam hal ini Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas hanya memberikan tiga suplemen saja. “Jadinya kami hanya mengambil yang penting saja,” kata Dirja. Sementara sisanya terpaksa harus mengeluarkan dari kantong atlet atau pelatih sendiri.

Ketua Satlak Prima Surya Dharma membenarkan bila pasokan suplemen bagi atlet sudah terhenti. Menurut dia, itu terpaksa dilakukan lantaran terbatasnya anggaran bagi atlet Pelatnas.

“Dana untuk uji coba ke luar negeri pun kami hentikan untuk menghemat anggaran,” kata Surya. Ia menambahkan, penghematan dilakukan agar biaya akomodasi dan makan atlet ketika di Myanmar nanti terjamin.

Kendati demikian, Surya berharap agar terbatas anggaran tidak mengurangi semangat para atlet. Target mempertahankan gelar juara umum masih tetap dipasang.

ADITYA BUDIMAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s