Kehilangan Satu Tahun

Gila. Sampe sekarang gua masih belum percaya sama apa yang terjadi sepanjang Ahad, 1 September 2013. Sudah selayaknya gua berterima kasih ke polisi Cengkareng, Jakarta Barat yang gelar razia di tengah hari bolong. Baru kali gua bersyukur kena razia dan cukup beruntung polisinya gak ambil pusing sama kesalahan gua. Mungkin karena bukan pelanggaran lalu lintas cuma telat bayar pajak.

Nah, gua sendiri gak bisa komentar apa-apa soal terlambatnya bayar pajak kendaraan. Semula kalau tuh polisi tetep bakal tilang, gua bakal keluarin jurus ampuh tapi ternyata gua cuma diminta terus jalan. “Telat bayar pajak nih, Dek,” udah segitu aja komentar tuh polisi.

Tapi yang terjadi sama gua bukan rasa senang akibat terbebas dari surat tilang atau pelanggaran. Sebaliknya, selama hampir 30 menit di atas motor menuju tempat liputan pikiran gua menerawang mencoba ngebongkar memori di otak. Kok bisa gua telat bayar pajak lebih dari satu tahun.

SATU TAHUN man !!!!

Anjis gila. 4 Mei 2012 adalah batas tanggal kadaluarsa gua mesti bayar pajak kendaraan. Dan hari gua di razia terus memperoleh pencerahan adalah 1 September 2013. Hello, kemana aja gua selama ini.

Persoalannya yang mengusik adalah jangan-jangan kepikunan udah menerjang gua. Atau mungkin ini hanya kesalahan kecil, sebut aja kelupaan akan hal kecil karena gua terlampau fokus ke soal-soal yang terlampau besar. Yah, bisa jadi emang ini sekedar kelupaan belaka lantaran gak setiap hari juga gua mesti liat batas akhir tanggal pajak di STNK motor.

Lantas, secara otomatis masalah ini gua korelasikan sama novel 1Q84 dari Haruki Murakami yang lagi dibaca. Belum tuntas gua baca sih, tapi kode 2Q12 bisa menjadi jawaban sementara atas ketidakberesan hari ini.

Jadi, di novel 1Q84 ada seorang tokoh bernama Aomame yang tidak ingat sama sekali dengan satu kejadian besar yang terjadi pada Oktober 1981. Padahal peristiwa di bulan itu, yaitu penyerangan polisi ke wilayah kelompok separatis, hampir semua orang Jepang tahu dan jadi berita utama di media nasional Jepang.

Tapi tiba-tiba, lantaran ada satu momen ketika Aomame melihat pakaian dan senjata yang dikenakan polisi berbeda dari biasanya pada 1984, ia jadi sadar kalau dirinya tidak ingat sama sekali dengan peristiwa Oktober 1981.

Dampak dari peristiwa Oktober 1981 adalah kepolisian Jepang mengganti seluruh pistol yang dibawa oleh polisi dari semula menggunakan jenis Revolver, enam peluru, menjadi senjata semi otomatis, Barreta. Dan Aomame baru sadar perubahan itu di tahun 1984. Padahal sudah sejak 1981 usai peristiwa di bulan Oktober, seluruh polisi Jepang mengganti senjatanya.

Huruf ‘Q’ pada 1Q84 merupakan sebuah tanda yang mewakili Question atau pertanyaan. Dengan kata lain, Aomame masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dalam dirinya pada tahun 1984, dimana dia hidup saat itu. Dia mempertanyakan ingatannya yang tiba-tiba menghilang.

Gua pernah baca sebuah artikel yang menulis tentang memori. Otak ternyata memiliki mekanisme yang unik untuk menyeleksi fakta atau kenangan mana aja yang pantas disimpan dalam laci otak dengan rapi dan pengalaman mana aja yang mesti dihapus. Proses penyeleksian itu berlangsung pada malam hari.

Jangan kan mengingat apa yang terjadi setahun lalu, hal detail sepekan lalu aja perlu usaha besar bagi gua untuk membongkarnya. Sejauh ini gua merasa samar-samar ketika menerawang beragam memori yang melekat dalam sel-sel kelabu.

Intinya. Hingga tulisan ini selesai dibuat, gua masih belum mampu menjawab kenapa gua bisa lupa memperpanjang pajak kendaraan gua. Padahal ingatan gua mengatakan dengan pasti kalau belum ada setahun gua membayar pajak lewat biro jasa. Atau jangan-jangan emang memori gua di 2012 hilang sebagian? Entahlah. Awal bulan yang aneh sekaligus memprihatinkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s