Little Wonder

 
Manusia tidak hidup di masa lalu. Manusia juga tidak bisa melangkahi takdirnya di masa depan. Namun manusia akan terus bergerak. Arah dan jalannya saja yang berbeda. Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, pembangunan yang mampu diraih hari ini dikarenakan manusia terbuka akan ruang-ruang perubahan. Manusia senantiasa menjelajah untuk membuka pintu-pintu rahasia yang selama ini terkunci rapat. Rasa ingin tahu manusia membawanya menuju sayap-sayap baru penjelajahan.

 

Fortuna Favi Fortus

 

Sebagai seorang yang lahir dan menetap di Indonesia, sungguh sangat banyak potensi di negeri ini. Di lihat dari segala aspek, tidak ada negara yang sekaya dan selengkap Indonesia. Hampir segala hal bisa dipenuhi di negeri ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dengan teknologi informasi yang mengikutinya, tidak perlu banyak waktu bagi kita untuk tahu segala potensi yang tersembunyi di Indonesia.

 

Namun ada kalanya sesuatu yang indah menyimpan sejuta misteri. Diperlukan sejuta usaha pula untuk mengungkap kemisterian tersebut. Mereka yang berasal dari Barat, memiliki satu kata untuk merangkum segala kemisterian yang ada pada negeri-negeri Timur, entah itu negeri di Timur Tengah, Afrika, dan Asia, termasuk Indonesia. Eksotik.

 

Keeksotikan Timur hari ini sepertinya sedang meredup. Percikan api revolusi yang diawali di Tunisia lambat laun merambat ke Mesir dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Hingga detik ini sebenarnya Barat masih merasa gundah akan kondisi ini mengingat Timur Tengah adalah produsen terbesar minyak bumi. Energi kehidupan bagi beberapa negara di Eropa.

 

Demokrasi atau kita bisa menyebutnya dengan kebebasan berekspresi menjadi barang mahal di negara-negara yang masih menganut kerajaan sebagai kiblat pemerintahannya. Yaman, Yordania, Arab Saudi pantas merasa galau dengan percikan api demokrasi ini. Tapi Timur tidak melulu berbicara soal negara-negara Timur Tengah.

 

Hari ini masyarakat dunia tampak terkejut dengan kemajuan Cina dan India. Dalam konteks sejarah, Cina dan India adalah pemberi warna utama bagi perkembangan budaya-budaya di Timur. Cina dan India hari ini seperti mengerti bahwa mereka tidak bisa hidup di masa lalu yang menurut buku-buku sejarah begitu cemerlang dan aduhai. Mereka juga sadar bahwa mustahil bisa mendahului takdir Tuhan. Tuhan hanya memberikan janji masa depan yang manis kepada mereka yang mau berusaha dan mengubah dirinya sendiri bukan kepada mereka yang berpangku tangan dan duduk manis.

 

Cina dan India bergerak. Saya yakin bahwa budaya lokal dan sejarah bangsa mereka yang besar menjadikan masyarakat kedua negara ini mampu bersaing dengan Barat. Cina dan India bergerak atas dasar sejarah bangsa mereka yang besar tapi mereka tidak hidup didalamnya. Dahulu Cina dan India berbasis kerajaan dan hari ini Cina berkiblat kepada sosialis dan India mengarah ke demokrasi.

 

Kedua negara ini perlahan tapi pasti sudah membuat geregetan para pelaku ekonomi. Lihat saja sekitarmu, hampir semua barang di rumah kita dihiasi oleh produk Cina. Dari kosmetika sampai mainan anak. Lain hal dengan India. India mencoba fokus dari sisi sumber daya manusia dan teknologi informasi. India adalah negara pengekspor doktor dan sarjana. Di Indonesia, pelaku bisnis dari negeri para dewa ini sedang berekspansi di sektor perbankan. Raganya tampak seperti Tom Cruise tapi jiwanya Shahruk Khan.

 

Suatu hari saya berpikir bahwa antara Cina, India, dan Indonesia memiliki nasib sejarah yang sama, tapi yang mendasar adalah bahwa ketiga negara ini memiliki takdir yang berbeda, khususnya Indonesia diantara Cina dan India. Cina dan India hari ini mampu berdiri tegap dihadapan negara Barat kontras dengan Indonesia. Cina dan India memiliki arah yang jelas untuk menjemput takdirnya, namun Indonesia terlihat masih gamang.

 

Ada sebuah catatan prediksi yang menarik dari sebuah lembaga keuangan internasional, yaitu Bank Dunia (World Bank). Pada 2025 nanti India, Cina, Brazil, Korea, Indonesia akan menguasai lebih dari 50 persen kegiatan ekonomi global. Empat negara diawal sudah menjemput setengah dari takdir (baca: prediksi) itu pada hari ini, 2011. Bagaimana dengan Indonesia ?

 

Ya, bagaimana dengan Indonesia? Tidak mudah untuk menjawab pertanyaan ini. Bagi mereka (praktisi, pengamat dll) yang bergelut di dunia ekonomi, bisa jadi lebih dari setengahnya akan mengatakan suram dan tidak jelas. Selebihnya pragmatis dan sedikit yang mencoba untuk sekedar berpikir positif atau optimis.

 

Saya sendiri beranggapan yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah sedikit keajaiban. Saya tidak tahu takaran dari kata ’sedikit’ tapi kuncinya adalah keajaiban. Fortuna favi fortus,  keberuntungan (keajaiban) memihak kepada mereka yang berani. Mereka itulah para pemimpin, pengambil kebijakan negeri ini. Pemimpin Indonesia yang merupakan kunci utama dari keajaiban ini jelas terlihat kurang berani. Jadi yang Indonesia butuhkan untuk mengejar Cina dan India adalah sedikit keberanian.

 

Sedikit keberanian untuk menggantung para koruptor. Sedikit keberanian untuk memecat kader partai yang bertopeng arjuna tapi berwajah rahwana. Sedikit keberanian untuk melakukan kontrak ulang dengan Freeport dan korporasi internasional. Sedikit keberanian dari bawahan untuk mengkritik atasannya yang menyimpang.

 

Sedikit keberanian untuk menguras semua aset para pengemplang pajak. Sedikit keberanian untuk memberi akses kesehatan dan pendidikan yang luas kepada orang miskin. Dan masih banyak sedikit keberanian lainnya yang jika di kalkulasi tidak menjadi sedikit lagi karena sudah menjadi keberanian yang bersifat nasional.

 

Saya sendiri sebenarnya sedang mempraktekkan sedikit keberanian ini, yaitu dengan cara menulis sesuatu yang sebenarnya tidak sepenuhnya saya kuasai. Beresiko memang dan besar kemungkinan kamu akan langsung menghapusnya. Berhubung menulis sudah menjadi salah satu misi saya hal itu menjadi sesuatu yang tidak penting, yang terpenting adalah bagaimana memupuk terus rasa keberanian itu dan membuka ruang diskusi. Esok saya akan kembali lagi dengan tulisan yang sedikit lebih baik.

 

Around here, however, we don’t look backwards for very long. We keep moving forward, opening up new doors and doing new things, because we are curious and curiosity keeps leading us down new paths.

Walt Disney  

 

Tangerang, Rabu 1 Juni 2011

 

* Welcome June and please remember this carefully: I won’t go home without write because I am a journalist.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s