Mengapa Mahasiswa Harus Terlibat?

Lembaga pendidikan adalah sebuah wahana dimana bertujuan mengubah insan yang gelap akan pengetahuan menjadi seorang insan yang tidak saja dapat membawa lentera pengetahuan dan perubahan, tapi juga mengubah dirinya menjadi manusia yang mulia. Universitas adalah salah satu lembaga pendidikan tertinggi yang kaya akan kaum intelektual dan mahasiswa adalah agen-agen perubahan yang siap memerangi kebodohan.

Sejarah sudah menunjukkan bahwa peran dan kontribusi mahasiswa (kaum muda) cukup besar bagi perubahan bangsa ini, maka tidak salah jika mahasiswa disebut sebagai agen perubahan (agent of change). Namun peran tersebut terasa telah terdegradasi begitu memasuki masa kemerdekaan. Kedudukan mahasiswa sebagai agen perubahan saat ini tidak beda seperti seorang cowboy. Cowboy yang datang ke suatu tempat untuk menegakkan keadilan dan setelah misinya berhasil kemudian sang cowboy pergi tanpa meninggalkan sesuatu pun.

Mahasiswa seolah-olah memberikan sebuah cek kosong kepada pihak yang berkepentingan untuk mengatur segala sesuatunya, persis seperti reformasi 1998. mahasiswa dalam konteks dunia pendidikan adalah seorang terpelajar atau peserta didik. Namun dalam konteks struktur kemasyarakatan, mahasiswa juga adalah anggota masyarakat yang punya tanggung jawab untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuannya yang diperoleh tanpa harus menunggu pendidikan tersebut selesai atau dengankata lain lulus. Di sisi lain, mahasiswa adalah seorang yang telah masuk dalam kategori dewasa.

Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam sebuah sistem pendidikan bukan sesuatu hal yang mustahil. Dalam UU Sisdiknas No. 20/2003 disebutkan peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang,dan jenis pendidikan tertentu. Dan pengertian masyarakat yang diatur dalam UU tersebut adalah kelompok warga negara indonesia non-pemerintah yang mempunyai peranan dan perhatian dalam bidang pendidikan. Dengan kata lain, mahasiswa memiliki dua peran. Pertama adalah peran sebagai peserta didik dan kedua adalah sebagai bagian dari masyarakat.

Di UU tersebut pada BAB IV, pasal 8 tentang hak dan kewajiban masyarakat, disebutkan masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan. Jadi dengan kata lain dan secara tidak langsung mahasiswa berhak dan dapat ikut terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasaan, dan evaluasi program pendidikan atau setidaknya tahu tentang hal tersebut.

Dalam sebuah perguruan tinggi mahasiswa yang memiliki dua peran, yaitu sebagai peserta didik dan anggota masyarakat memiliki kedudukan yang seimbang dan sama. Jadi mahasiswa tidak hanya dilihat sebagai murid atau pelajar yang tugasnya hanya belajar semata.

Tuntutan agar mahasiswa ikut dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasaan, dan evaluasi program pendidikan bukan tanpa alasan. Dari sisi sosiologis atau realitas yang ada, pihak penyelenggara pendidikan dalam hal ini universitas belum bisa secara optimal memberikan pelayanan baik dan terarah terkait kebutuhan mahasiswa. Pelayanan pegawai yang terlampau birokratis dan kurang efektif dan efisien telah menjadi preseden buruk terhadap mahasiswa. Fasilitas yang kurang, padahal mahasiswa merasa sudah membayar lebih menjadi hal yang terlupakan. Ketika hal ini tidak bisa diatasi maka muncul ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pendidikan dan dengan sendirinya akan menurunkan kredibilitas dan profesionalitas.

Dalam keadaan seperti itu, wajar jika mahasiswa menganggap dirinya hanya sebagai komoditas belaka. Padahal lembaga pendidikan bukanlah lembaga perusahaan atau korporasi yang melihat orang lain sebagai pelanggan atau konsumen. Lembaga pendidikan adalah lembaga publik atau sosial dimana elemen-elemen yang terlibat didalamnya memiliki kedudukan yang sama. Jadi janganlah menutup keran keterlibatan mahasiswa dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan.

Kata kaum terpelajar
Supaya negara kuat
Rakyat harus lemah
Dan kami tidak ingin mengatakan
Bahwa agar rakyat kuat
Negara harus lemah

Sebab kami tidak mencita-citakan
Kerakusan yang sama
Kami hanya memimpikan
Tawar menawar yang seimbang
Untuk pemerataan dan kesepadanan.
– emhaaninunnadjib –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s