Why So Serious?

Mengapa terlalu serius? Ya, mengapa terlalu serius? Tiga kata yang terucap dari tokoh antagonis Joker, musuh dari sang ksatria malam Batman dari kota Gotham pusat dari kejahatan dan kemunafikan.

Hidup ini jangan terlampau serius untuk dijalani, nikmati saja apa adanya. Kehadiran Joker dalam film serial Batman, The Dark Knight yang diperankan oleh mendiang Heath Ledger begitu apik dan sangat berkarakter. Joker merupakan negasi, oposisi sejati dari para pembela kebenaran dan ksatria penegak keadilan. Sesuatu yang hanya ingin melahirkan malapetaka dan menjungkirbalikkan segala rencana-rencana yang telah disusun dengan rapi dan terorganisir. “I’m agent of chaos,” seloroh Joker. Baginya rencana adalah tidak ada rencana. Let it flow….

Joker adalah seorang fatalis. Baginya semua orang harus dibangunkan dari tidurnya yang nyenyak. Lepaskan akan angan-angan yang semu tentang dunia dan segala isinya yang indah. Janganlah kita terlampau serius dalam memandang dunia ini karena manusia tidak ada yang bisa dipercaya. Manusia hanya peduli akan kepentingan mereka masing-masing. Saat kepentingan mereka telah tercapai maka tidak segan-segan manusia melakukan hal yang absurd dan diluar akal pikiran. Pengkhianatan.

Sangat kontras dengan cerita yang berikut ini. Suatu hari saya mendengar cerita dari seorang sahabat. Di tengah-tengah sebuah majelis yang diisi oleh orang-orang yang insya Allah soleh dan jauh dari pikiran untuk berbuat makar. Dia mengutip dari peristiwa Rasulullah saw, semoga Allah swt merahmati keluarga dan para pengikutnya, saat berada dalam perjalanan bersama para sahabatnya. Suatu ketika Rasulullah saw menemukan sebuah tempat sampah. Di tempah sampah tersebut Rasulullah saw mengambil sepotong pakaian yang sudah tampak lusuh dan sobek serta mengambil sepotong tulang kering yang berbau busuk. Tanpa ragu Rasulullah mengambil kedua barang tersebut.

Hai, sahabatku, begitu kata Rasul, mendekatlah kemari. Kemudian para sahabat pun mendekati Rasulullah. Kemudian Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat, tahukah kalian apa itu dunia? Para sahabat menggelengkan kepala disertai ucapan, tidak tahu ya Rasul.

Ini, lihatlah apa yang kupegang. Ini adalah dunia dan segala isinya. Rasulullah mengangkat sepotong kain yang bau dan lusuh serta tulang busuk agar terlihat oleh para sahabat. Ini adalah dunia maka merugilah mereka yang mengejar dunia dan segala apa yang ada didalamnya.

Joker adalah tokoh khayalan, begitu juga dengan Batman. Namun Rasulullah Muhammad saw adalah sosok yang nyata dan merupakan teladan tidak saja bagi kaum Muslimin di seluruh dunia tapi juga rahmatan lil alamin bagi semesta alam. Dan keduanya tidak untuk kita bandingkan.

Seperti itulah dunia. sesak dengan segala kemunkaran dan kebatilan. Langitnya terhalang oleh awan pengkhianatan. Buminya tertutupi oleh tanah-tanah kebencian. Air dan udara penuh dengan rasa kesombongan. Dan manusia, satu-satunya makhluk yang berakal dan mampu beradaptasi bahkan hidup berdampingan dengan itu semua bergembira menyambut dengan suka cita. Manusia telah berhasil mengotori semua elemen yang ada di langit dan di bumi.

Semua ini telah jelas seperti apa yang dikatakan oleh Rasulullah, bahwa suatu ketika umat manusia akan dihinggapi oleh penyakit yang bernama wahn, yaitu suatu penyakit yang menggerogoti jiwa manusia agar takut kepada kematian dan larut akan dunia. penyakit wahn ini telah menggerogoti jiwa-jiwa manusia. Meresap dan larut dalam aliran darah manusia.

Lalu apakah kita termasuk ke dalam orang-orang yang menderita penyakti wahn? Hanya Allah dan diri kita sendiri saja yang tahu, sadar atau tidak. Saat aktivitas kita telah berhasil menjauhi solat-solat jamaah di masjid. Ketika kuliah dan pekerjaan kita jauh lebih utama daripada menyeru, mengajak, dan mengingatkan saudara-saudara kita kepada ketakwaan. Dan jika bisnis yang kita geluti telah menutup mata hati kita untuk berbagi dengan saudara kita yang kelaparan. Dan jika kiblat kita telah berputar kepada popularitas dan mereguk kekuasaan. Maka jelaslah, wahn stadium empat telah melebur dalam ruh kita.

Sungguh maha Bijaksana dan luas ampunan Allah. Dan sungguh mulia Rasulullah saw. Serta sungguh agung risalah (Islam) yang telah tersebar di semesta alam raya. Itu semua adalah penawar sekaligus obat ampuh dalam mengobati penyakit wahn.

Tinggalkanlah dunia. Dunia itu tak beda seperti air laut, yang jika kita haus lalu minum maka kehausan demi kehausan akan terus terasa.
wallahualam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s